Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

8 Cara Tepat Merawat Anak Kucing Kecil Tanpa Induk

8 Cara Tepat Merawat Anak Kucing Kecil Tanpa Induk
8 Cara Tepat Merawat Anak Kucing Kecil Tanpa Induk

Terkadang rasa kasih dan sayang memaksa kita untuk memungut dan memelihara seekor anak kucing yang tidak memiliki induk. Memelihara seekor anak kucing tentunya membuat kita mengambil peran untuk menggantikan induk si anak kucing tersebut, mulai dari memberikan susu (untuk anak kucing yang belum bisa makan) atau memastikan anak kucing tersebut tetap hangat dan mendapatkan kasih sayang.


Hal-Hal Yang Perlu Anda Lakukan Dalam Merawat Anak Kucing Yang Masih Kecil Dan Tidak Memiliki Induk

Dengan melakukan perawatan anak kucing yang baik dan tepat, tentunya membuat anak kucing tersebut bisa tumbuh secara normal dan sehat walaupun tidak memiliki induk alaminya. Oleh karena itu anda perlu mengetahui bagaimana cara-cara yang tepat yang harus dilakukan untuk merawat seorang anak kucing. Berikut hal-hal yang perlu anda lakukan :


1. Rutin Memberi Susu

Anak kucing yang baru lahir atau masih sangat kecil masih sangat bergantung kepada susu induk nya untuk bertahan hidup. Jika indukannya tidak ada berarti anda harus rutin memberikan susu secara rutin kepada anak kucing yang anda pelihara. Biasanya anak kucing yang baru lahir harus diberi susu setiap 2-3 jam sekali. Dan seiring berjalannya waktu mungkin bisa 4-5 jam sekali dan bisa dipadukan dengan makanan kucing yang lunak atau basah.

Perlu anda ketahui susu yang diberikan adalah susu formula khusus untuk anak kucing, anda bisa mendapatkan susu tersebut di petshop terdekat. Jika anda salah memberikan susu anak kucing tersebut bisa saja mengalami diare, tentunya hal tersebut bukanlah hal yang bagus.

Adapun beberapa rekomendasi susu untuk anak kucing diantaranya seperti : Growssy Cat Milk dan Royal Canin Babycat Milk.


2. Memberikan Tempat Hangat Dan Nyaman

Anak kucing yang masih kecil belum bisa menghangatkan tubuhnya sendiri. Oleh karena itu anda perlu memberikannya tempat hangat yang tidak lembab agar anak kucing tersebut merasa hangat dan nyaman, selain itu terhindar dari penyakit parasit seperti jamur.

Anda bisa menyiapkan box dengan kain yang lembut dan kering sebagai tempat anak kucing tersebut tidur. Normalnya anak kucing bisa di tempatkan di tempat dengan suhu 30-33 derajat celcius.


3. Vaksin

Tidak hanya untuk anak manusia saja, seekor anak kucing ataupun peliharaan lainnya sangat disarankan untuk di cek kesehatannya dan diberikan vaksin. Hal tersebut dikarenakan anak kucing yang masih kecil sangat rentan sekali terkena penyakit. Untuk mendapatkan vaksin dan pengecekan kesehatan, anda bisa membawa anak kucing anda ke dokter hewan terdekat.

Vaksin pertama biasanya diberikan saat anak kucing sudah berumur 6-8 minggu, lalu dilanjutkan dengan vaksin kedua pada saat sudah memasuki umur 13 minggu. Untuk selanjutnya dilakukan vaksin rutin setiap 1 tahun sekali.

Perlu diketahui vaksin adalah kumpulan virus yang direkayasa dan dimasukkan ke dalam tubuh dengan tujuan untuk membangkitkan sel-sel imun agar siap siaga dan bisa melawan saat virus aslinya benar-benar masuk. Hal ini tentunya bertujuan untuk mengurangi kematian anak kucing yang disebabkan oleh virus dan memproses proses penyembuhan jika anak kucing kita terpapar virus.


4. Dipisahkan Dengan Hewan Lainnya

Anak kucing yang masih kecil tentunya memiliki pergerakan yang terbatas dan belum bisa melindungi dirinya dari hewan lain yang mengancamnya. Oleh karena itu tidak disarankan untuk menempatkan anak kucing dengan hewan dewasa lainnya, apalagi jika anda tidak bisa setiap saat untuk memantau anak kucing tersebut.


5. Membantu Anak Kucing Untuk Buang Air Atau Kotoran

Seekor anak kucing yang masih kecil terkadang belum mengetahui cara buang air sendiri. Alaminya sang induk akan membantunya dengan menjilat-jilat bagian perut dan anus dari anak kucing tersebut untuk membantunya membuang air atau kotoran. Oleh sebab itu kita bisa menggantikan peran sang induk dengan mengusap-usap perut anak kucing tersebut serta di area bagian anusnya dengan lembut dengan tujuan membantunya buang air. 

Anda bisa menggunakan media berupa kapas ataupun tissue yang dibatasi air hangat untuk memancing kotorannya keluar. Dan jika anak kucing tersebut sudah cukup dewasa, anda bisa mengajarkannya untuk buang air atau kotorannya sendiri dengan menempatkannya di atas box berisi pasir yang sudah anda siapkan. Mengajari anak kucing untuk buang kotoran sendiri lebih mudah dibandingkan mengajari kucing yang sudah dewasa. Hal tersebut akan membuat kucing anda nantinya untuk hidup mandiri dan lebih bersih.


6. Membantu Kucing Untuk Bersendawa

Selain membantu anak kucing anda untuk buang air. Anak kucing yang masih kecil juga belum bisa bersendawa secara normal. Sendawa biasanya dilakukan anak kucing sehabis meminum susu dan hal tersebut merupakan hal yang penting bagi mereka. Anda bisa membantu anak kucing anda untuk bersendawa dengan cara menepuk-nepuk punggung anak kucing tersebut secara perlahan beberapa kali setiap habis minum susu, sampai anak kucing tersebut bersendawa.

Hal ini tidak berlaku jika anak kucing tersebut sudah bisa makan dry atau wet food. Dan yang paling penting pastikan anda melakukan ini sehabis anak kucing anda minum susu dan baru boleh benar-benar ditinggal atau di ajak main setelah benar-benar bersendawa.


7. Menjaga Kebersihan Anak Kucing Dan Tempat Tinggalnya

Pastikan anda benar-benar memperhatikan kesehatan dan kebersihan dari anak kucing anda dan tempat tinggalnya secara rutin agar terhindar dari berbagai penyakit ataupun parasit. Perlu diketahui seekor anak kucing tentunya akan lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam kandang dan banyak tidur sehingga matanya sering kali banyak belek yang harus rutin anda bersihkan.

Anda bisa membersihkan mata anak kucing anda dengan kapas ataupun tissue yang sudah dibasahi dengan air hangat. Usap mata anak kucing anda dengan media tersebut secara perlahan dan sampai benar-benar bersih.

Bagian tubuh anak kucing tersebut juga perlu anda bersihkan, akan tetapi jangan dimandikan secara utuh karena bisa menyebabkan kedinginan kepada anak kucing. Anda bisa melakukannya dengan mengelap-ngelap tubuh anak kucing tersebut dengan handuk ataupun kain yang sudah dibasahi dengan air hangat. Selain itu wadah makanan dan wadah air minum anak kucing juga perlu anda cek dan perhatikan.


8. Membuat Kucing Anda Tetap Aktif

Saat kucing sudah berumur 3 atau minggu, itu adalah saat anda perlu melatih otot-otot dari anak kucing tersebut. Anda bisa melakukannya dengan mengajak anak kucing tersebut bermain dengan mainan yang sudah anda siapkan, seperti bola-bola kecil, mainan tali dan sebagainya. Anak kucing sangat tertarik dengan benda-benda yang bergerak dan memiliki warna-warna yang cerah.

Anak kucing yang aktif tentunya akan memiliki otot yang terlatih dan daya tahan yang kuat. Selain itu jika nanti menjadi dewasa anak kucing anda akan menjadi sangat aktif dan tidak suka bermalas-malasan ketika anda ajak main nantinya.


Sekian dulu artikel kali ini dari Sahabat Hewan dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi anda yang saat ini sedang merawat anak kucing yang tidak ada induknya.



Posting Komentar untuk "8 Cara Tepat Merawat Anak Kucing Kecil Tanpa Induk"